Ilmu dan Perubahan Masyarakat

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 1
BAB II PERMASALAHAN
A. Rumusan Masalah 2
BAB III PEMBAHASAN
A. Filsafat dan Ilmu Pengetahuan 3
B. Ilmu dan Masyarakat 4
C. Pengertian dan Unsur Kebudayaan 5
D. Pengaruh Timbal Balik Antara Ilmu dan Kebudayaan 7
E. Peranan Ilmu Terhadap Perkembangan Kebudayaan Nasional 8
F. Strategi Kebudayan 10
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan 14
B. Saran-Saran 14
DAFTAR PUSTAKA 15


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan, filsafat dan perubahan masyarakat khususnya di Indonesia dan umumnya di dunia tidak terlepas dari unsur-unsur kebudayaan yang berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.
Ilmu pengetahuan dan filsafat memang saling terkait tokoh-tokoh filosofi zaman dulu sampai sekarang juga seorang ilmuwan dan seorang ilmuwan juga bisa dikaitkan filosofi
Perubahan masyarakat dewasa ini sepertinya tidak terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan

B. Tujuan
1. Memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu
2. Menambah wawasan tentang materi yang di bahas
3. Mengerti ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam masyarakat
4. Mengetahui unsur-unsur kebudayaan
5. Memahami pengaruh timbal balik dan peranan ilmu terhadap perkembangan kebudayaan
6. Mengetahui strategi kebudayaan nasional kita.

BAB II
PERMASALAHAN

A. Rumusan Masalah
Filsafat dalam pandangannya sering diartikan sebagai induk dari pada ilmu-ilmu yang lain, ini memang benar tidak dapat kita pungkiri lagi, tetapi dalam perkembangannya ilmu-ilmu itu memisahkan diri dari p\induknya yaitu filsafat.
Setelah filsafat ditinggalkan oleh ilmu-ilmu khusu, tternyaa filsafat tidak mati tetapi hidup dengan corak tersendiri.
Ilmu pengetahuan dari zaman ke zaman memang selalu mengalami kemajuan, akan tetapi kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan ini sangat berpengaruh sekali terhadap perubahan masyarakat, baik dari segi budaya, bahasa dan adat istiadat.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
Harold H. Titus menerangkan : Ilmu pengetahuan mengisi filsafat dengan sejumlah besar materi yang factual dan deskriptif, yang sangat perlu dalam pembinaan suatu filsafat, banyak ilmuan yang juga filosofi terlatih di dalam metoda ilmiah, dan sering pula minat khusus dalam beberapa ilmu sebagai berikut:
1. Historis, mula-mula filsafat idenik dengan ilmu pengetahuan sebagaimana filosofi identik dengan ilmuwan
2. Objek material ilmu adalah alam dan manusia. Sedangkan objek material filsafat adalah alam, manusia dan ketuhanan
Sebagian orang menganggap bahwa filsafat merupakan ibu dari ilmu-ilmu vak. Alasannya ialah bahwa ilmu vak sering menghadapi kesulitan dalam menentukan batas-baas lingkungannya masing-masing. Misalnya ilmu alam dengan ilmu hayat, antara sosiologi dengan antropologi. Ilmu-ilmu itu dengan sendirinya sukar menentukan batas-batas masing-masing. Suatu instansi yang lebih tinggi, yaitu filsafat itulah yang mengatur dan menyelesaikan hubungan dan perbedaan batas-batas antara ilmu-ilmu vak tersebut.
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki sesuai dengan mencari sebab-sebab yang terdalam, berdasarkan kekuatan pikiran manusia sendiri.
Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan mengenai suatu hal tertentu (objek atau lapangan nya), yang merupakan kesatuan yang sistematis, dan memberikan penjelasan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan menunjukkan sebab-sebab Al-Qur’an itu.
Jadi berarti ada metoda, ada sistem, ada satu pandangan yang dipersatukan (memberikan sintesis), dan yang dicari adalah sebab-sebabnya.
Sehingga disini iolmu pengetahuan tidak lagi berfungsi dan terpaksa menyerahkan tugasnya kepada filsafat yang memang tugasnya mencari dan memecahkan hal-hal yang sifatnya non-factual

B. Ilmu dan Masyarakat
Pada masa lampau kedudukan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari belum dapat dirasakan. Ilmu sama sekali tidak memberikan terhadap masyarakat. Ungkapan Aristoteles tentang ilmu “Umat manusia menjamin urusan nya untuk hidup sehari-hari, barulah ia arahkan perhatiannya kepada ilmu pengetahuan”. (Van Melsen, 1987)
Dewasa ini ilmu sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah manusia sekarang tidak dapat hidup tanpa ilmu pengetahuan. Kebutuhan manusia yang sederhana pun sekarang memerlukan ilmu, misalnya kebutuhan pangan, sandang dan papan, sangat tergantung dengan ilmu maka kegiatan ilmiah dewasa ini berdasarkan pada dua keyakinan berikut :
1. Segala sesuatu dalam realitas dapat diselidiki secara ilmiah, bukan saja untuk mengerti realitas dengan lebih baik, melainkan juga menguasainya lebih mendalam menurut segala aspeknya.
2. Semua aspek realitas membutuhkan juga penyelidikan, seperti air, makanan, udara, cahaya, kehangatan dan tempat tinggal tidak akan cukup tanpa penyelidikan itu (Van Melsen, 1987
3. Dengan demikian ilmu, pada dewasa ini mengalami fungsi yang berubah secara radical, dari tidak berguna sama sekali dalam kehidupan pakis menjadi “tepat tergantung” kehidupan manusia, ilmu yang semula rasional-empiris menjadi rasional-experimental dengan demikian ilmu mempunyai akibat yakni berguna dalam kehidupan masyarakat.

C. Pengertian dan Unsur-Unsur Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari kata Sansekerta, yaitu bentuk Jamak dari Buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian ke-budaya-an dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Ada sarjana lain yang mengupas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari majemuk budi-daya, yang berarti daya dari budi. Oleh karena itu mereka membedakan budaya dari kebudayaan. Demikian budaya adalah daya dari budi yang berupa, cipta, karsa, dan rasa itu. (Koentjaraningrat, 1986)
Definisi kebudayaan dari para ahli sangat beragam, sehingga pemilihan definisi kebudayaan yang tepat sangat sukar. Berikut ini beberapa pengertian kebudayaan dari para ahli baik dari budayawan Indonesia ataupun dari luar.
a. Ki Hajar Dewantoro
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat). Yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupan nya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
b. Sutan Takdir Alisyahbana
Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir sehingga menurutnya pola kebudayaan itu sangat luas sebab semua laku dan perbuatan tercakup didalamnya dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir termasuk didalamnya perasaan karena perasaan juga merupakan maksud dari pikiran
c. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar
d. D.L. Kroeber dan C. Kluckhohn
Dalam bukunya Culture, a Critical Review of Concepts and Deifications mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa dalam arti seluas-luasnya.

e. Malinowski
Kebudayaan pada prinsipnya berdasarkan atas berbagai sistem kebutuhan manusia. Tiap tingkat kebutuhan itu menghadirkan corak budaya yang khas. (Supartono Widyosiswoyo, 1996)
Unsur kebudayaan dalam kamus besar Bahasa Indonesia berarti bagian suatu kebudayaan yang dapat digunakan sebagai satuan analisis tertentu. Oleh karena itu dikenal adanya unsur-unsur yang universal yang melahirkan kebudayaan universal.

D. Pengaruh Timbal Balik Antara Ilmu dan Kebudayaan
Ilmu adalah bagian dari pengetahuan untuk mendapatkan ilmu diperlukan cara-cara tertentu, ialah adanya suatu metode dan mempergunakan sistem, mempunyai objek formal dan objek material karena pengetahuan adalah unsur dari kebudayaan, maka ilmu yang merupakan bagian dari pengetahuan dengan sendirinya juga merupakan salah satu unsur kebudayaan (Endang Daruni Asdi, 1991)
Kecuali ilmu merupakan unsur dari kebudayaan, antara ilmu dan kebudayaan ada hubungan timbal balik. Perkembangan ilmu tergantung pada perkembangan kebudayaan, sedangkan perkembangan ilmu dapat memberikan pengaruh pada kebudayaan keadaan sosial dan kebudayaan, saling tergantung dan saling mendukung. Pada beberapa kebudayaan ilmu dapat berkembang dengan subur, disini ilmu mempunyai peran ganda, yaitu :
1. Ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung perkembangan kebudayaan
2. Ilmu merupakan sumber nilai yang mengisi pembentukan watak bangsa (Materi Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V hlm. 141)

E. Peranan Ilmu Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional
1. Pengertian Kebudayaan Nasional
Dalam kamus besar bahasa Indonesia istilah kebudayaan diartikan:
a. Hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia. Seperti kepercayaan kesenian dan adat istiadat.
b. Keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
Menurut Prof. Nugroho Notosusanto, kebudayaan nasional adalah kebudayaan daerah dan kebudayaan kesatuan. Kesadaran ke arah perwujudan kebudayaan nasional berakar dalam pengalaman historis bangsa kita, yakni kesadaran akan persamaan nasib, kesatuan, yang mencapai puncaknya pada tanggal 17 Agustus 1945, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan cerminan kesadaran nasional yang pada dasarnya bersumber pada kesadaran akan persamaan kebudayaan. (Rafael Raga Maran. 2000, hlm. 60)
Dari pendapat di atas secara sederhana kebudayaan nasional sebagai puncak kebudayaan daerah. Oleh karena itu, unsur-unsur kebudayaan seperti bahasa, kesenian, agama, dan adat istiadat dari berbagai suku bangsa di wilayah Nusantara hendaknya dilestarikan dan diangkat menjadi unsur-unsur kebudayaan nasional.
Menurut C. Kluckhohn ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1. Sistem religi dan upacara keagamaan
Merupakan produck manusia sebagai homo religius. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur anggap bahwa di atas dirinya ada kekuatan lain yang Maha Besar. Oleh karena itu, manusia takut sehingga menyembah-Nya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
Merupakan produck manusia sebagai homo socius. Dengan akalnya manusia membentuk kekuatan dengan cara menyusun organisasi kemasyarakatan yang merupakan tempat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mencapai kesejahteraan hidupnya.
3. Sistem pengetahuan
Merupakan produck dari manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, disamping itu dapat juga dari pemikiran orang lain. Kemampuan manusia untuk mengingat apa yang telah diketahui, kemudian menyampaikan nya kepada orang lain melalui bahasa menyebabkan pengetahuan ini menyebar luas
4. Sistem mata pencaharian hidup
Merupakan produck dari manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum harus meningkat. Terjadi kemajuan yang pesat dalam tingkat food producing seperti, bercocok tanam, beternak, berdagang dll. Manusia dapat mencukupi kebutuhannya yang terus meningkat.
5. Sistem teknologi dan peralatan
Merupakan produksi dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikiran nya yang cerdas serta dibantu dengan angannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat menciptakan sekaligus mempergunakan suatu alat.
6. Bahasa
Merupakan produck dari manusia sebagai homo languets. Bahasa-bahas yang telah maju memiliki kekayaan kata (cause kata ) yang besar jumlahnya sehingga makin komunikatif.
7. Kesenian
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo esteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya maka manusia perlu dan selalu mencari pemuas untuk memenuhi kebutuhan psikisnya. Semuanya itu dapat dipenuhi melalui kesenian (Supartono Widyosiswoyo, 1996, hlm 36-37)

F. Strategi Kebudayaan
1. Fungsi Kebudayaan Nasional
Kebudayaan nasional mempunyai dua fungsi pokok, yaitu :
a. Sebagai pedoman dalam membina persatuan dan kesatuan bangsa bagi masyarakat majemuk Indonesia
b. Sebagai pedoman dalam mengambil alihan dan pengembangan ilmu dan teknologi modern
Kebudayaan nasional merupakan sarana pemberi identitas bangsa, wahana komunikasi, dan penguat solidaritas serta pedoman alih ilmu dan teknologi. Agar kebudayaan nasional dapat berfungsi sebagaimana terungkap di atas, diperlukan sistem demokratisasi budaya, yakni suatu sistem yang mendukung kebebasan dan otonomi manusia serta lembaga-lembaga sosial yang mengatur kehidupan masyarakat. (Rafeal Raga Maran, 2000, hlm. 62-63)
2. Strategi Kebudayaan di Indonesia
Untuk dapat menciptakan kebudayaan nasional Indonesia sebagai kegiatan dan proses demi kejayaan bangsa dan negara diperlukan adanya strategi yang tangguh menurut Slamet Sutrisno ada 5 langkah strategi, yaitu sebagai berikut:
a. Akulturasi berarti pencampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam pencampurannya masing-masing unsurnya lebih tampak
b. Progrevitas dalam kebudayaan mengandung pengertian bahwa kebudayaan harus bergerak maju sehingga harus mengarah ke masa depan.
c. Sistem pendidikan di Indonesia harus mampu menanamkan kebudayaan sosial
d. Kebijaksanaan bahasa nasional, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi di Indonesia, melalui bahasa nasional tersebut telah dilakukan komunikasi yang baik dan efektif dalam menunjang persatuan.
e. Sosialisasi Pancasila sebagai dasar negara melalui pendidikan moral Pancasila di Sekolah Dasar, menengah dan mata kuliah di Perguruan Tinggi.
Selain kelima langkah di atas perlu satu langkah lagi yang esensial, yakni mengikutkan rakyat. Dengan rakyat sebagai pendukung budaya, kebudayaan dapat lebih lestari dalam kehidupan masyarakat.
3. Kebudayaan Nasional dan Manusia
Masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri, yang asli dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 hanya mungkin terwujud bila seluruh upaya pembangunan nasional berpijak pada landasan budaya yang dinamis. Dengan demikian kebudayaan nasional hendaknya menjadi ruang bagi manusia Indonesia untuk ber prakarsa atau mengambil inisiatif, uk menyatakan pendapat baik secara lisan maupun tertulis, untuk berkreasi dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam bidang ilmu dan teknologi modern yang merupakan syarat dasar bagi terwujudnya kemajuan dan kemakmuran.
Proses pembentukan kebudayaan nasional modern harus berdasar pijak pada unsur-unsur budaya tradisional. Jika tidak, cepat atau lambat, kita akan kehilangan jati diri ke indonesiaan kita.
Kebudayaan nasional modern haruslah merupakan hasil sintesis kreatif antara berbagai unsur kebudayaan modern seperti ilmu dan teknologi dengan unsur-unsur kebudayaan tradisional seperti, sebi, bahasa, agama dan arsitektur tradisional. Dengan demikian, kebudayaan nasional dapat diharapkan menjadi kerangka referensi bagi setiap manusia Indonesia dalam mengidentifikasi dirinya (Rafeal Raga Maran, 2000, hlm 57-58)
4. Peranan Ilmu Terhadap Kebudayaan Nasional
Langkah-langkah yang sistematik menurut Endang Daruni Asdi (1991) adalah sebagai berikut:
1. Ilmu dan kegiatan keilmuan disesuaikan dengan kebudayaan yang ada dalam masyarakat kita, dengan pendekatan edukatif dan persuasif dan menghindari konflik-konflik, bertitik tolak dari reinterprestasi nilai yang ada dalam argumentasi keilmuan
2. Meningkatkan scientisme dan pendasaran terhadap akal sebagai satu-satunya sumber kebenaran.
3. Meningkatkan integritas ilmuwan dan lembaga keilmuan, dan melaksanakan dengan konsekuen kaidah moral keiatan keilmuan
4. Pendidikan keilmuan sekaligus dikaitkan dengan pendidikan moral. Etika dalam kegiatan keilmuan mempunyai kaidah imperative
5. Pengembangan ilmu disertai pengembangan bidang filsafat. Filsafat ilmu hendaknya diberikan di pendidikan tinggi. Walaupun demikian kegiatan ilmiah tidak berarti lepas dari kontrol pemerintah dan kontrol masyarakat.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian dimuka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Kesimpulan merupakan ibu dari ilmu-ilmu pengetahuan atau ilmu vak
2. Ilmu pengetahuan belum dapat dirasakan pada masa lampau, akan tetapi pada masa dewasa ini kehidupan manusia tergantung kepada ilmu pengetahuan.
3. Unsur-unsur yang universal akan melahirkan kebudayaan universal
4. Peran ilmu yaitu merupakan sumber nilai yang mendukung perkembangan kebudayaan tradisional pembentukan watak bangsa
5. Unsur-unsru kebudayaan tradisional perlu dilestarikan dan diangkat menjadi unsur-unsur kebudayaan nasional.
6. Fungsi kebudayaan nasional yaitu membina persatuan dan kesatuan, mengambil alih dan pengembangan ilmu dan teknologi modern

B. Saran-Saran
1. Sebagai generasi muda, hendaknya kita terus menggali ilmu pengetahuan demi kemajuan bangsa dan agama
2. Kebudayaan bangsa dan agama
3. Kebudayaan-kebudayaan daerah haruslah kita lestarikan, karena merupakan salah satu kekayaan bangsa kita, karena kebudayaan nasional akan dipandang serasi kalau didukung dari kebudayaan daerah.

DAFTAR PUSTAKA

Surajiyo, Drs. Filsafat Ilmu dan Perkembangan di Indonesia, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2007

H. Ahmad Syadali, Drs. MA. Muzakir, Drs. Filsafat Umum, Pustaka Setia, Bandung, 1997

2 Balasan ke Ilmu dan Perubahan Masyarakat

  1. Fatkhurrohman mengatakan:

    maklahnya bagus banget pa….boleh ya aku copi buat referensi tugas kuliah….trims

  2. Ahmad Azhar Ramadhan mengatakan:

    boleh kok semua postingan ini boleh di copas secara bebas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: