Bimbingan Akhlak Bagi Kaum Muslimin

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan ini banyak sekali yang diperlukan manusia. Keperluannya ada kalanya dapat dapat diusahakan sendiri dan ada kalanya harus mendapat bantuan orang lain.
Untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari, kita hendaknya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, agar hasilnya atau akibatnya baik pula bagi diri kita. Begitu pula kalau ada orang yang memerlukan atau pertolongan, hendaknya kita bantu dengan asaran-saran atau cara-cara yang dapat menghindarkan orang tersebut dari kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
Didalam agama Islam, kita disuruh mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, sebab setiap perbuatan baik dapat menyenangkan oranglain yang bergaul dengan kita bahkan akan menyenangkan diri kita sendiri. Orang yang berbuat baik tidak pernah merugikan orang lain dalam pandangan Allah, malahan suatu kebaikan yangkita lakukan akan dibalas oleh Allah dengan beberapa kebaikan bahkan tidak jarang mendapat balasan yang melimpah.
Jadi perbuatan baik banyak menguntungkan, sedangkan perbuatan buruk banyak merugikan. Orang yang ingin beruntung tentu gemar melakukan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan buruk. Ia beruntung dalam pandangan manusia dan lebih beruntung lagi dalam pandangan Allah.
Rasulullah SAW bersabda :
( M=¡H ) – xƒ w # L ‘ $4H MYR w M¡è/ $KR #
Artinya :
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (H.R.Muslim)

Mengingat Rasulullah SAW, diutus untuk memperbaiki akhlak manusia dan orang-orang yang terbaik ialah orang-orang yang paling baik akhlaknya. Maka dalam hal ini kita dituntut untuk melakukan hal-hal yang terpuji dalam hidup ini, mengingat apa yang telah diuraikan tersebut, penulis ingin membahas dalam suatu karya tulis yang berjudul “Bimbingan Akhlak Bagi Kaum Muslimin”.

B. Alasan Memilih Judul
Dalam penulisan karya tulis ini, penulis mencoba membahas suatu masalah yang sangat penting peranannya dalam kehiduan sehari-hari bagi umat Islam, yaitu tentang “Bimbingan Akhlak Bagi Kaum Muslimin” dengan beberapa alasaan yang perlu dikemukakan :
Akhlak yang baik adalah salah satu modal dasar dalam tegaknya agama Islam
Kehadiran karya tulis ini, khususnya masalah bimbingan akhlak ini, memang sangat penting diperlukan dan tepat dalam rangka meningkatkan penghayatan dan pengalaman ajaran agama Islam dikalangan muslimin dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ingin memperdalam dan memperluas masalah akhlak sebagaimana perananya bagi kehidupan umat
Kurangnya kesadaran umat Islam dewasa ini yang memperhatikan pentingnya akhlak, sehingga perlu diingatkan.

C. Tujuan Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini, penulis ingin mengemukakan beberapa tujuan tertentu, sebagai berikut :
Untuk mengetengahkan hasil yang penulis peroleh selama mengikuti pelajaran yang telah diberikan oleh para Dosen STAI Kuala Kapuas
Untuk memperdalam ilmu pengetahuan tentang seluk beluk ajaran agama Islam, khususnya mengenai masalah akhlak bagi kaum muslimin
Sebagai salah satu tugas akhir yang harus dipenuhi guna menyelesaikan Pendidikan Program Diploma Dua pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas.
Untuk bisa dijadika sebagai bahan acuan dan membangkitkan motivasi belajar yang lebih maju dengan disertai akhlak yang mulia.

D. Metode Penulisan
Didalam penyusunan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode, antara lain seperti :
1. Library reseach atau Kepustakaan. Maksudnya bahwa dalam pembuatan atau penyusunan karya ilmiah ini berdasarkan kajian atau telaahan dari berbagai buku kepustakaan, terutama yang ada hubungan dengan judul yang penulis kemukakan, yang penulis kutip secara langusung ataupun tidak langsung.
2. Metode Conperative, yaitu dengan cara mebnadingkan beberapa pendapat orang lain dan pengalaman penulis sendiri untuk dapat dijadikan satu kesimpulan-kesimpulan yang dipandang penting oleh penulis.

Pembatasan Masalah
Untuk menghindari kesalah fahaman dalam penulisan karya ilmiah ini maka penulisan ini perlu diberikan batasan masalah, disini penulis hanya membahas “Bimbingan Akhlak Bagi Kaum Muslimin”. Terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
Cara menumbuhkan ser ta mebiasakan akhlak yang baik
Cara mencegah akhlak yang tercela
Beberapa hikmah berakhlak yang baik.
Adanya pembatasan masalah tersebut bukan berarti bahwa masalah akhlak hanya terdiri dari hal-hal tersebut diatas saja, akan tetapi cukup banyak dan luas, karya ilmiah ini hanya memuat pokok-pokok Bimbingan Akhlak Bagi Kaum Muslimin saja.

F. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan penulisan karya ilmiah ini, maka penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut :
Bab I : Pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang, alasan memilih judul, metode penulisan, pembatasan masalah dan sistematika penulisan.
Bab II : Pengertian akhlak dan ruang lingkupnya, adapun isinya pengertian akhlak dan ruang lingkup bimbingan akhlak.
Bab III : Bimbingan akhlak bagi kaum muslimin yang memuat ; cara menumbuhkan serta membiasakan akhlak yang baik, cara mencegah akhlak yang tercela dan hikmah berakhlak yang baik.
Bab IV : Penutup yang bersikan kesimpulan dan saran-saran.

BAB II
PENGERTIAN AKHLAK DAN RUANG LINGKUPNYA

A. Pengertian Akhlak
Pengertian akhlak berasal dari bahasa arab, yaitu bentuk jama’ dari “khuluk” yang artinya budi pekerti, watak, tabiat. Yakni suatu daya kekuatan dalam jiwa manusia yang nampak dalam tindakan, perbuatan dan tingkah laku. Jiwa kekuatan itu lahir dengantingkah laku yang baik dinamakan akhlakul mahmudah atau akhlakul karimah, artinya akhlak yang mulia atau terpuji. Sebaliknya bila daya itu melahirkan perbuatan buruk dinamakan akhlakul madzmudah, artinya akhlak yang tercela.
Untuk memperoleh gambaran tentang akhlak disini akan dikemukakan beberapa definisi-definisi dari beberapa ahli antara lain :
Definisi Ibu Athir dalam kitabnya An-Nihayah ; khuluk artinya ialah gambnaran bathin manusia yang tepat (yaitu jiwa dan sifat-sifatnya), sedangkan akhlak merupakan gambaran bentuk luarnya (seperti raut muka, warna kulit, tinggi rendah tubuhnya dan lain sebagainya).
Definisi Ibnu dalam kitabnya Tahzibul Akhlak W ataath’hirul A’raq, akhlak ialah :
pƒr‘r3ùò`I $g9$èù#Ó9#$g9pã#Š§ÿ^9#A$t
Artinya :
“Sikap jiwa seseorang yang mendoongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan (terlebih dahulu)”.

Definisi Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya’ulumuddin yang berbunyi :
’¤ƒ r p9 qg¤/ A$èùw#‘‰ÄA $g^ãp՛#‘‘ùp©j `ã o ‘ $;ã ,?Ü9#
pƒr‘r3ùÓ9#pÙ$t ò`I
Artinya :
“Akhlak ialah ungkapan tentang sikap jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah, tidak memerlukan pertimbangan/pikiran (lebih dahuku)”.
Definisi Prof. Dr. Ahmad Amin
Akhlak ialah Adatul Iradah atau kehendak yangdibiasakan. Definisi ini tersusun dalam tulisannya yang berbunyi yaitu :
$g? Š $èR $華 N Š $Kã # o Š $ã mR$/ ,?Ü9# MgÕè/ $’ã
,?Ü9 # $/ o$J¥J9#Ój
Artinya :
“Sementara orang membuat definisi akhlak, bahwa yang disebut dengan akhlak ialah kehendak yang dibiasakan. Artinya bahwa kehendak itu bila dibiasakan dengan sesuatu, maka kebiasaan itu dinamakan akhlak”.
Maksud kehendak dalam definisi diatas ialah ketentuan dari beberapa keinginan manusia setelah bimbang, sedang kebiasaan perbuatan-perbuatan yang diulang sehingga muda melakukannya. Jadi akhlak ialah gabungan dari kekuatan kehendak dan kekuatan kebiasaan.
Definisi Prof. Farid Ma’ruf dalam bukunya “Analisa Akhlak Dalam Perkembangan Muhammadiyah” :
Akhlak adalah suatu kekuatan dalam kehendak yang mantap kekuatan dan kehendak yang mana yang berkombinasi membawa kecendrungan memiliki pihak yang benar dalam (dalam hal akhlak yang baik) atau pihak yang jahat (dalam hal akhlak yang jahat).

Dari definisi-definisi tersebut dapat doambil kesimpulan bahwa perbuatan yang merupakan akhlak adalah apabila memenuhi dua macam syarat :
1. Perbuatan dilakukan berulang kali sehingga menjadi adat kebiasaan.
2. Perbuatan dilakukan dengan kesadaran jiwa, bukan dengan paksaan atau tanpa sengaja.
Jadi kesimpulan akhir adalah, yang dimaksud dengan akhlak ialah “kesadaran melakukan yang baik yang kemudian dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari”.

B. Ruang Lingkup Bimbigan Akhlak
Pada dasarnya ada tiga pokok dan paling mendasar hubungannya yang perlu diperhatikan dalam kehidupan manusia yaitu:
Hubungan manusia dengan Allah SWT
Hubungan manusia dengan sesama manusia
Hubungan manusia dengan alam
Agar hubungan tersebut terjalin secara selaras, serasi dan seimabang. Maka perlu etika (akhlak) yang dalam pelaksanaannya berbeda satu sama lain, oleh sebab itu secara garis besarnya ruang lingkup yang dibahas dalam Bimbingan Akhlak disini adalah :
a. Cara menumbuhkan serta membiasakan akhlak yang baik
Adapun cara menumbuhkan akhlak yang bai, melakukan perbuatan yang meliputi sifat-sifat terpuji antara lain :
Sifat rendah hati (tawadhu)
Sifat sabar
Sifat jujur
Sifat pemaaf
Sifat penyantun
Sifat cermat
Disamping sifat-sifat terpuji, akan dibahas pula bagaimana cara membiasakan akhlak ang baik meliputi perbuatan-perbuatan terpuji antara lain sebagai berikut :
Taat terhadap perintah Allah dan Rasul
Patuh kepada orang tua
Halus budi pekerti

b. Cara mencegah akhlak tercela
Adapun ruang lingkup cara mecegah akhlak tercela meliputi :
Menjauhi sifat-sifat tercela, seperti :
Takabur
Iri dengki
Dendam
Tidak disiplin
Serakah
Menjauhi perbuatan-perbuatan tercela seperti :
Durhaka kepada orang tua
Sadis
Lalai
Curang
Ceroboh
c. Hikmah-hikmah yang dapat diambil dalam melakukan perbuatan yang baik, itu akan mendatangkan kebaikan :
Terhadap diri sendiri
Terhadap keluarga
Terhadap masyarakat umum
Bangsa dan Negara
BAB III
BIMBINGAN AKHLAK BAGI KAUM MUSLIMIN

A. Cara Menumbuhkan Serta Membiasakan Akhlak Yang Baik
Tingkah laku seseorang yang diukur dengan norma yang dianut menentukan nilai kepribadian orang tersebut. Ciri dari kepribadian adalah lahirnya sifat-sifat maupun perbuatan-perbuatan yang baik (terpuji), dan sifat atau perbuatan tersebut dapat dibentuk walaupun menumbuhkan waktu yang cukup lama. Tumbuhnya sifat atau perbuatan seseorang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain, lingkungan (alam sekitarnya), keluarga, masyarakat dan sebagainya.
Adapun cara menumbuhkan dan membiasakan akhlak terpuji tersebut antara lain :
Menumbuhkan dan memelihara akhlak terpuji
Rendah hati (Tawadh’u)
Manusia sebagai makhluk Allah yang mulia dalam kata lain luhur dan mulia dari makhluk lain, memang diberi beberapa keistimewaan dan kelebihan, jasmani yang bagus dan rohani yang lengkap, dengan karunia akal dan iman yang sempurna. Akan tetapi walaupun demikian kita harus sadar bahwa manusia sering berbuat salah dan lupa, oleh sebab itu kita harus mempunyai sifat rendah hati, adapun cara menumbuhkannya dapat dilakukan antara lain :
Dengan menyadari akan kekurangan yang ada pada diri kita, maka sifat sombong dan menbanggakan diri akan hilang sendrinya.
Kalau ada orang lain yang memuji diri kita, karena pada diri kita ada sesuatu kelebihan, maka ucapkan terimaksih kepadanya dan sampaikan pula kepadanya bahwa itulah karunia Allah yang patut disyukuri.
Sebaliknya kepada orang yang tidak senang terhadap prestasi kita atau mungkin juga mencela diri kita, perlihatkan kepadanya dengan jiwa besar serta ketabahan dan tidak melayani atau berusaha memberi reaksi kepada orang tersebut.
Sabar
Kalau kita ucapkan lapadz “Basmallah” berarti telah tumbuh keyakinan dalam diri kita bahwa Allah maha pengasih dan maha penyayang. Oleh karena itu apapun yang terjadi pada diri kita berarti dasarnya kasih sayang dari Allah SWT. Hanya saja yang kita terima ada berupa nikmat yang menggembirakan, adapula berupa musibah yang menimpa diri kita yang menyedihkan,menghadapi semua itu kita dituntut untuk bersifat sabar.
Maka untuk menmbuhkan sifat sabar pada diri kita ada beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain:
Kita boleh bergembira atas nikmat dan boleh bersedih karena musibah yang menimpa, akan tetapi harus sadar bahwa keduanya dari Allah dalam menjalani hidup ini dan tentunya kita harus mengambil hikmah yang tersembunyi pada-Nya.
Kita harus dapat menerima musibah tersebut dengan lapang dada, tabah dan ikhlas menerima takdir, seraya mengucapkan
b qè_ # ‘ m9 # $R # r ! # b #
Artinya :
“Sesungguhnya kita kepunyaan Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya”.
Jujur
Jujur adalh suatu sifat yang terpuji, arti jujur ialah benar dalam perkataan sesuai dengan hati ang sesungguhnya tidak menutup-nutupi kebenaran atau kesalahan, dengankata lain yang salah dikatakan salah dan yang benar dikatakan benar.
Oleh karena itu kejujuran merupakan modal mencapai sukses. Kita dapat mencontoh sifat jujur pada diri Rasulullah SAW. Sehingga sejak remaja beliau mendapat gelar Al-Amin artinya orang yang jujur.
Sabda Rasulullah SAW :
mKf9# “‰g„ r ’;9#‹9#‰g„ ,‰Á9 # bä $ù -‰Á9#rM0 $/#
Artinya :
“Lajimi olehmu melakukan kejujuran, karena jujur menunjukkan kebaikan dan kebaikan memberi petunjuk kesorga”.
Maka dalam hal ini setiap muslimin hendaknya dapat menumbuhkan dalam jiwanya mengai sifat jujur bagaimanpun caranya, adapun yang dapat kita lakukan salah satunya yaitu, seorang muslimin dituntut untuk berani menyatakan benar terhadap yang benar dan menyatakan salah kepada yang salah. Keberanian ini harus dilatih sejak masih anak-anak, jangan dibiasakan berdusta yang pada akhirnya dapat merugikan dirinya sendiri.
Pemaaf
Dalam setiap diri manusia terdapat dua unsur yaitu akal dan nafsu, ada kalanya pertimbangan akal dikalahkan oleh dorongan nafsu. Jiwa dan akal yang dipengaruhi oleh nafsu yang akan menimbulkan emosi yang tidak terkendalikan yaitu marah. Marah itu biasaya disebabkan akibat kesalahan pihak lain, menghadapi situasi yang demikian agama Islam memberi pelajaran kepada kita agar menjauhkan diri dari sifat marah dan suka memaafkan kesalahan orang lain.
Memberi maaf atas kesalahan orang lain yang telah merugikan kita, merupakan pengorbanan moril yang cukup tinggi nilainya. Sebab hanya orang yang berjiwa besarlah yang mudah memberikan maaf kepada saudaranya yang telah berbuat salah.
Sifat pemaaf merupakan sifat terpuji yang harus ditumbuhkan pada setiap kaum muslimin, adapun cara menumbuhkannya, diantaranya sebagai berikut :
Menyadari bahwa manusia adalah sering berbuat salah dan lupa, dengan kenyataan ini maka memaafkan kesalah orang lain akan muda dilakukan, terutama karena didorong oleh iman yang kuat.
Salah satu yang dapat menyenangkan orang lain adalah, jika kesalahan yang diperbuatnya dapat kita maafkan.
Dengan saling maaf-memaafkan maka persahabatan akan semakin erat terutama sesama muslimin dan permusushan dapat dihindari.
Penyantun
Penyantun adalah suatu sifat terpuji yang patut ditanamkan, ditumbuhkan dan dipelihara dalam diri seorang muslim, cara yang dapat kita lakukan untuk dapat menumbuhkan sifat ini, sebagai berikut :
1. Pertama-tama kita belajar mengenal semua famili dan tetangga dekat, bergaullah dengan memperhatikan nasehat orang tua, guru dan orang lain yang dihormati.
2. Belajarlah meringankan beban orang lain tanpa mengharapkan imbalan.
3. Belajar mengasihani fakir miskin dengan member sumbangan alakadarnya sesuai kemampuan.
Cara-cara diats hendaknya dilakukan sejak masih kecil atau anak-anak.
Cermat
Cermat artinya teliti dan hati-hati serta penuh kewaspadaan. Sifat cermat ada pikiran dan perbuatan, pikiran yang cermat dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, dengan berdasakan perhitungan yang matang serta memperhatikan segi maslahat dan mudharat dalam melaksanakan suatu tindakan adakah sebagai ciri khas orang yang bijaksana.
Untuk dapat menumbuhkan sifat ini dapat ditempuh dengan cara, antara lain:
Setiap perbuatan hendaknya diperhitungkan lebih dahulu baik atau buruknya sebelum dilaksanakan.
Kita berada dilingkungan masyarakat sebagai muslimin yang baik, harus tanggap terhadap peraturan yang berlaku dilingkungan tersebut.
Membiasakan perbuatan terpuji
a. Taat kepada perintah Allah dan Rasul
Taat kepada perintah Allah dan Rasul adalah merupakan suatu kewajiban yang harus ditaati oleh setiap kaum muslimin. Untuk menumbuhkan perbuatan ini seseorang harus meyakininya terlebih dahulu dan kepada orang tua harus menanamkan keyakinan ini kepada anak-anaknya sejak masih kecil.
Didalam agama islam dianjurkan bahwa manusia harus selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, kepada-Nyalah kita mohon segala harapan dan permintaan. Dia lah tempat kembali semua persoalan, baik hal-hal yang menggembirakan maupun yang menyedihkan.
Kita juga harus taat kepada perintah rasul karena secara tidak langsung kita juga telah menaati perintah Allah dan Rasuln-Nya, dapat ditempuh dengan cara ceramah-ceramah agama dan memperbanyak membaca buku-buku tentang sejarah Rasul-rasul allah SWT.
b. Patuh kepada orang tua
Patuh kepada orang tua adalah dengan cara mematuhi setap perintah-Nya, asal tidak bertentangan dengan agama islam. Kita wajib mematuhi perintah tersebut, seperti disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:
* 4Ó|Ós%ur y7•/u‘ žwr& (#ÿr߉ç7÷ès? HwÎ) çn$­ƒÎ) Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $·Z»|¡ômÎ) 4
Artinya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia(Allah SWT), dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu dan Bapakmu dengan sebaik-baiknya”.(Q.S.Al-Isra:23)
Kepatuhan kita terhadap perintah keduanya harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran pengabdian yang tulus ikhlas, dalam berbakti kepada orang tua. Kalau keduanya memerintahkan agar melakukan yang bertentangan dengan agama maka tidak perlu mematuhinya, namun demikian memperlakukan keduanya dengan cara yang baik tetap wajib.
c. Halus budi
Untuk menjadi orang yang halus budi kita harus berlatih merasakan apa yang dirasakan orang lain misalnya yaitu: bila orang lain mendapat kegembiraan kita ikut merasakan kegembiraan tersebut, sebaliknya bila orang lain mendapat kesulitan atas musibah, kita dapat merasakan penderitaan itu dengan membayangkan bagaimana kalau hal itu terjadi pada diri kita.
Dengan demikian sikap halus budi dapat dinyatakan dalam tingkah laku. Sikap ini juga dapat membiasakan kita dapat memaafkan orang lain dengan segala kerendahan hati, sebaliknya kita sendiri berbuat kesalahan dengan ksatria mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Dengan sikap budi pula kita akan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan menjauhkan sifat iri dengki dan dendam. Oleh karena itu orang yang halus budi dan tingkah lakunya dapat membuat orang lain aman dan senang.
d. Memanfaatkan waktu
Pandai memanfaatkan waktu termasuk perbuatan baik, waktu harus dijaga dan dipelihara dengan cara memanfaatkannya untuk sesuatu yang mendatangkan keuntungan atau faedah.
Memanfaatkan waktu tidak berarti menghabiskan enek kerja saja akan tetapi dapat membaginya sesuai dengan keperluan jasmani dan rohani kita. Pandai memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat harus dibiasakan sejak usia muda belia jangan membiasakannya dengan berpangku tangan sebab sulit untuk mencapai cita-cita atau maksud dan tujuan.

B. Cara Mencegah Akhlak Yang Tercela
Sifat-sifat atau perbuatan tercela harus dihilangkan pada diri setiap muslimin bagaimanapun caranya, sebab perbuatan-perbuatan tercela akan dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain disekitarnya.
Usaha-usaha untuk mencegak perbuatan tercela ini dapat dihindarkan dengan cara-cara :
Menjauhi sifat tercela :
a. Takabur
Usaha menjauhi sifat takabur ini dapat ditempuh dengan cara antara lain :
Menyadari hakikat kejadian manusia dan menyakini kebesaran Allah SWT. Dengan cara demikian akan timbul sifat rendah hati, tidak takabur dan sombong.
Membentengi diri dari setiap pengaruh yang menyebabkan seperti :
Takabur karena ilmu, hal ini bisa dihilangkan dengan menyadari bahwa ilmu yang dimiliki sangat terbatas dan keterbatasannya itulah manusia dianjurkan menuntut ilmu sampai akhir hayatnya.
Takabur karena harta, hal ini dapat dihilangkan dengan cara menyadari bahwa sifat harta tidak kekal dan merupakan titipan Allah yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan ibadah.
Takabur karena kekuatan fisik, hal ini dapat dihilangkan dengan cara menyadari bahwa, bila diserang penyakit fisik tidak berdaya dan yang mempunyai kekuatan hanyalah Allah SWT.
Takabur karena ketampanan dan kecantikan, hal ini dapat dihilangkan dengan cara menyadari bahwa ketampanan dan kecantikan tidak akan kekal dan tidak mempunyai arti apa-apa kalau tidak dihiasi dengan akhlak yang luhur atau mulus.
b. Pemarah
Sifat pemarah merupakan salah satu sifat tercela. Oleh karena itu harus dihindarkan, adapun caranya untuk menghindarkan diri dari sifat ini adalah sebagai berikut :
Dengan menyadari bahwa sifat manusia adalah lemah dan pelupa serta bersifat salah, tidak ada manusia yang sempurna
Melatih diri untuk dapat mengendalikan emosi, hal ini dapat dilakukan dengan cara melihat masalah tersebut dengan apa adanya
Mengusahakan diri sendiri senantiasa dalam keadaan suci, mislanya berwudhu. Pada dasarnya wudhu membersihkan anggota badan akan tetapi sebenarnya wudhu sekaligus membersihkan rohani dari kotoran akibat godaan syetan.
Mengendalikan emosi atau marah sangat bermanfaat bagi diri sendiri. Rasulullah menjanjikan keselamatan bagi orang-orang yang dapat mengendalikan emosi sebagaimana beliau bersabda :
m;×ò #0`I M?Ÿ r m?ã !# ’?¿AqŸ‘ A$% A $% §R# `ã
(`„#;?n#r‘)m/#‹ã!##0

Artinya :
“Dari Annas berkata : Rasulullah SAW, telah menyatakan bahwa : “Barangsiapa menjauhkan marahnya niscaya Allah jauhkan daripada azab” (H.R. Tabrani)
c. Iri dengki
Sifat ini merupakan sifat tercla yang harus dihilangkan dalam hati setiap muslimin, adapun caranya :
Kita harus bisa menyakini harta atau kelebihan seseorang itu adalah titipan dari Allah SWT
Kita hendaknya menyadari, bahwa karunia dan keberuntungan yang diperoleh orang lain, disebabkan orang tersebut mendapat rahmat dari Allah SWT.
Kitapun harus berusaha dan berdo’a kepada Allah SWT serta menyerahkan diri kepada-Nya.
d. Dendam
Sifat dendam ini dapat dihilangkan dengan cara-cara sebagai berikut :
Menyadari bahwa sifat manusia tidak sempurna dan selalu salah, dengan demikian mudah memberi maaf bila pihak lain berbuat salah atau kekeliaruan.
Melihat suatu masalah secara tepat sehingga dapat menundukkan atau menempatkan pada asalnya untuk menghindari salah faham.
Bila diri sendiri berbuat salah segeralah meminta maaf dan pihak lain yang berbuat salah maka maafkanlah dengan ikhlas. Situasi yang demikian dapat membuang sifat dendam
e. Tidak disiplin
Sifat tidak disiplin dapat dicegah dengan cara :
1. Meyakini akan akibat negatif atau kerugian yang dialami seseorang yang tidak disiplin.
2. Melatih disiplin dari hal-hal yang sederhana misalnya seperti, membagi waktu dalam kegiatan sehari-hari, mulai bangun tidur sampai waktu sore dan malam.
3. Jangan membiasakan melanggar disiplin
4. Menegakkan disipli secara bersama-sama dirumah, sekolah, kantor dan dimana saja.
f. Serakah
Sifat serakah dapat dihindarkan dengan cara-cara sebagai berikut:
Menyadari bahwa manusia bukan hanya sebagai makhluk pribadi akan tetapi juga sebagai makhluk sosial yang hidupnya saling membutuhkan.
Menyadari pula bahwa nikmat seperti rizki dan musibah adalah berasal dari Allah untuk segala manusia.
Melatih diri untuk membiasakan membantu orang lain dan memperhatikan kepentingannya.
Dalam hidup ini kita dianjurkan untuk tidak hanya melihat keatas, tapi sekali-kali perlu melihat kebawah, artinya orang-orang yang lebih rendah status ekonominya, dengan cara demikian kita akan merasa cukup dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita.
Mencegah perbuatan tercela
a. Durhaka kepada orang tua
Durhaka kepada orang tua tidak akan terjadi bila kita memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Melaksanakan kewajiban anak terhadap orang tua
Meyakini akibat fatal yang terjadi apabila berbuat durhaka kepada orang tua.
b. Sadis
Perbuatan sadis dapat dicegah apabila seseorang memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Meltih diri sejak masih muda belia untuk menyayangi sesama makhluk
Menyadari bahwa Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk hidup yang mulia dan isi alam ini disediakan untuk manusia, tapi harus memperlakukan alam sesuai dengan ajaran Islam
c. Lalai
Mencegah perbuatan lalai dapat dilakukan dengan cara antara lain :
1. Bersaing secara sehat dalam melakukan suatu kegiatan yang positif, hal ini dapat menghindarkan pemborosan waktu, karena masing-masing ingin memperlihatkan kerjanya secara cepat dan tepat.
2. Aktif dalam organisasi mulai yang tingkat sederhana seperti, Osis, Remaja Mesjid, Karang Taruna dan sebagaianya.
d. Curang
Perbuatan curang dapat dihindarkan dengan cara-cara sebagai berikut :
Bila ada orang yang berbuat curang, kita hendaknya harus berani menegurnya atau memperingatinya. Dengan cara demikian berarti kita menegur dan memperingatkan diri kita sendiri
Usahakan bergaul dengan orang yang baik-baik, jangan suka bergaul dengan orang yang suka berbuat curang, khianat, pembohong dan sebagianya.
Jangan sekali-kali mencoba berbuat curang, karena kalau sekali saja hal itu dilakukan akan menjadi kebiasaan.
e. Ceroboh
Perbuatan ceroboh dapat dihindarkan dengan cara sebagai berikut :
1. Memahami dari setiap tindakan, sehingga dapat mempertimbangkan akibat dari tindakan tersebut
2. Memperhitungkan kebaikan dan keburukan dari perbuatan tersebut, sehingga yakin bahwa kebaikan akan membawa manfaat baik untuk diri sendiri.
3. Bertangung jawab atas yang akan atau yang sudah dilakukan, karena rasa tanggung jawab itulah maka setiap tindakan jangan dilakukan secara sembrono
C. Hikmah Berakhlak Baik
Terhadap diri sendiri
Apabila kita melakukan perbuatan terpuji akan dapat mempertebal keimanan seseorang, karena Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya adalah untuk memimpin manusia kearah kebaikan akhlak, agar timbul gairah kepada mereka untuk berbuatan kebaikan dan menjauhi kejelekan akhlak adalah tiang pembangunan umat, rahasia kebesaran-Nya menjadi dasar dari kehidupan dan kebanggaan, bila baik akhlak manusia maka akan baik pulalah semua perbuatannya dan akan harmonislah hubungganya, baik dengan Allah yang maha pencipta, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitarnya.
Selain dapat mempertebal keimanan akan dapat pula menambah giat beribadah, seperti diketahui bahwa ibadah pokok dalam Islam adalah : Shalat, Puasa, Zakat dan Haji, tidak hanya untuk mendekatkan hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempunyai pengaruh terhadap pembentukan budi pekerti yang baik, mislanya :
a. Shalat
Shalat dapat mencegah kejahatan dankemunkaran. Kejahatan adalah perbuatan yang amat keji, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sedangkan kemunkaran ialah suatu perbuatan buruk yang tidak dibenarkan oleh akal dan hati manusia. Dengan demikian jelaslah bahwa kejahatan dan kemunkaran itu masuk dalam kategori budi pekerti/akhlak yang buruk yang merusak kehidupan pribadi dan masyarakat yang harus dihindarkan jauh-jauh.
b. Puasa
Puasa dapat menciptakan sifat taqwa dan taqwa itu suatu budi pekerti yang baik, karena didalam taqwa mengandung 3 (tiga) unsur :
Menjauhkan perbuatan-perbuatan yang dimurkai oleh Allah SWT
Menghindarkan perbuatan yang merugikan diri sendiri.
Menjauhkan diri dari perbuatan yang merugikan orang lain
c. Zakat
Zakat dapat menimpa jiwa yang suci dan yang bersih, salah satu sifat dan tabiat manusia yang buruk ialah rakus, serakah dan kikir untuk memberantas sisfat manusia yang buruk itulah diwajibkan zakat. Hal ini mempunyai pengaruh dalam pembinaan akhlak manusia, agar senantiasa mencintai yang lemah (fakir miskin)
d. Haji
Ibadah haji ini dapat menghindarkan kejahatan dan permusuhan seperti dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman :
4 `yJsù uÚtsù  ÆÎgŠÏù ¢kptø:$# Ÿxsù y]sùu‘ Ÿwur šXqÝ¡èù Ÿwur tA#y‰Å_ ’Îû Ædkysø9$# 3
Artinya :
“Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (Q.S.Al-Baqarah : 197)

Ketiga larangan tersebut sangat erat sekali hubungannya denganpembinaan akhlak dan peningkatan budi pekerti yang luhur.
Dari beberapa uraian sisngkat diatas kiranya dapat difahami bahwa ibadah mempunyai pengaruh yang posistif terhadap pembinaan akhlak yang bai. Tegasnya bila ingin meningkatkan akhlak yang baik lakukanlah ibadah dengan baik dan sempurna.
Terhadap keluarga
Orang yang berakhlak baik, tidak hanya bermanfaat untuk dirinya tapi sanagt berpengaruh terhadap keluarganya, diantaranya :
a. Menjadi panutan keluarga
Orang yang berakhlak baik, tidak hanya bermanfaat bagi dirinya tapi juga sangat berpengaruh terhadap keluarganya. Dia harus berusaha membawa keluarganya untuk tidak berakhlak buruk seperti firman Allah SWT :
(#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3‹Î=÷dr&ur #Y‘$tR
Artinya :
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”
b. Menciptakan hubungan harmonis dalam keluarga
Hubungan harmonis dalam keluarga tidak akan terjadi bila akhlak dalam keluarga tersebut tidak baik, keluarga itu akan hancur atau berantakan.
Oleh karena itu sangat penting artinya menerapkan melaksanakan akhlak yang baik dalam keluarga tersebut.
c. Mendidik keluarga
Dengan akhlak yang baik seseorang akan menjadi perhatian seluruh keluarga dan secara tidak langsung memberi contoh atau teladan kepada mereka, inilah salah satu cara pendidikan yang baik danperlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari diligkungan keluarga.
Terhadap panutan masyarakat
Ada beberapa hikmah yang diambil bila berakhlak baik dalam masyarakat, diantaranya :
d. Menjadi panutan masyarakat
Orang yang berakhlak baik senantiasa dapat bergaul dengan baik diantaranya ; suka memberi bantuan dan pertolongan tanpa pamrih kepada yang membutuhkan, ramah, tidak kikir dan sebagainya. Sehingga masyarakat menjadi senang kepadanya, dari rasa senang itulah orang tersebut dijadikan panutan dalam masyarakat umum.
e. Menjadi modal dasar pembangunan mental masyarakat
Seperti diterangkan pada bab-bab terdahulu bahwa bila akhlak manusia itu baik maka akan baik pula semua perbuatan. Jadi jelaslah bahwa akhlak manusia memang menentukan hidup manusia itu sendiri. Baik buruknya kehidupan mereka tergantuing dari perbuatannya.
f. Mendidik masyarakat
Orang yang berakhlak baik yang hidup ditengah masyarakat, biasanya dapat mempengaruhi masyarakat tersebut. Hal ini karena setiap anggota masyarakat menginginkan hidup rukun, ketenangan dan kebahagiaan serta hidupo selaras, serasi dan seimbang dalam hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia dan alam sekitarnya. Semua itu hanya bisa dicapai melalui pendidikan akhlak, pendidikan akhlak yang peling efektif dapat diberikan oleh orang yang berakhlak baik dan terpuji.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah penulis kemukakan pada Bab terdahulu dapat disimpulkan bahwa :
Yang dimaksud dengan akhlak ialah kesadaran melakukan perbuatan yang baik, yangkemudian dibuktikan atau yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari supaya dapat menumbuhkan dan membiasakan akhlak yang baik.
Akhlak yang baik berperan penting bagi kehidupn manusia baik untuk dirinya sendiri berperan penting bagi kehidupan manusia baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain, sebaliknya akhlak tercela sangat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain yang harus kita jauhi.
Dengan akhlak yang baik akan terwujud suasana damai, rukun dan sejahtera sesama umat manusia khususnya bagi kaum muslimin.

Saran-Saran
Didalam penyusunan karya tulis ini, penulis mempunyai saran-saran antara lain :
Supaya tetap tegaknya agama Islam, maka hendaknya bagi pemeluknya melaksanakan perbuatan-perbuatan atau sifat-sifat yang baik dan terpuji, dengan melaksanakannya kita telah menjaga dan memelihara agama Islam.
Hendaknya bagi para orang tua mendidik anak-anaknya dengan akhlak yang baik dan terpuji sejak masih kecil, agar kelak kemudian hari tidak menyusahkan dirinya, keluarganya dan orang lain disekitarnya.
Hendaknya selain melakukan perbuatan maupun sifat terpuji agar supaya menambah dengan amalan-amalan yang berpahalaseperti ; membaca Al-Qur’an, mendengarkan pengajian dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA

Prof. H. Mahmud Junus, “Terjemah Al-Qur’an Al-Karim”, PT. Al-Ma’rif, Bandung, 1990

Drs. H. A. Mudzakir dan H. Wardan BA, “Pendidikan Agama Islam Untuk SLTA Jilid II”. Kota Kembang, Yogyakarta, 1988

H. Sukarna Karya BA dan Drs. H.A.Kadir Djailani, “Bimbingan Akhlak Untuk Siswa SMTP, Direktorat Pembinaan Pendidikan Agama Islam Pada SMTP. Jakarta, 1986

Drs. Zaharudin AR dan Drs. Aziz Dahlan. “Akidah Akhlak Untuk Madarasah Aliyah Kelas I. Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam. Departemen Agama RI. Jakarta, 1988

Satu Balasan ke Bimbingan Akhlak Bagi Kaum Muslimin

  1. pinghopegut mengatakan:

    okkkkkkkkkkkkkkkk

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: