Wisuda STAI Kuala Kapuas Angkatan IX 2008

Maret 3, 2009

Wisuda STAI Kuala Kapuas Angkatan IX 2008

Dokumen Wisuda STAI Kuala Kapuas

Dokumen Wisuda STAI Kuala Kapuas

Kuala Kapuas, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas, Senin 20 Oktober 2008 melaksanakan wisuda.

Wisuda IX Program Sarjana (S 1) diikuti kurang lebih 245 orang, di GOR Panunjung Tarung, Kuala Kapuas. Mahasiswa yang diwisuda telah dilaksanakan yudisium dengan bilai rata-rata memuasakan dan mereka berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)
Baca entri selengkapnya »


Kumpulan skripsi-skripsi

Maret 3, 2009

bagi temen-temen yang ingin dapatkan contoh skripsi yang mau dijadikan bahan perbandingan dalam pembuatan skripsi khususnya Skripsi Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas temen-temen dapat mendownload beberapa contoh skripsi di bawah ini:
1. Skripsi Studi Tentang Aktivitas Keagamaan Pada Masyarakat Anjir Serapat Tengah Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas
2. Skripsi Partisipasi Orang Tua Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Anak Terhadap Pendidikan Agama Islam Pada SDN Anjir Serapat Timur II Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas
3. Skripsi Kemampuan Siswa Dalam Berdiskusi Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Madrasah Aliyah Islamiyah Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas
4. Skripsi Pembelajaran SKI dengan Menggunakan Pendekatan Quantum Teaching pada Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Kuala Kapuas

Apabila ada yang berminat dengan contoh skripsi-skripsi di atas silahkan download az gratis koq ga pake bayar. dan apabila ada yang kurang dimengerti bisa kirimkan komentar pada kolom yang tersedia. oke.

Selamat membaca!!!!!


Shalat

Januari 23, 2010

1. Pengertian Shalat

Shalat menurut bahasa berarti do’a, sedangkan menurut istilah berarti perbuatan (gerak) yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat yang tertentu.[1]

Shalat adalah tiang (rukun) Islam yang kedua sesudah Syahadatain, di atas tiang itulah tegak pada diri seorang muslim, sesudah seseorang mengakui Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan Muhammad sebagai rasul, maka kewajiban pertamanya adalah shalat fardhu (shalat wajib) yang mesti dilakukan lima kali sehari semalam : subuh, zuhur, ashar, magrib dan isya.[2]

Dari dua definisi di atas, kita ketahui bahwa shalat merupakan kewajiban yang di jatuhkan kepada kita umat Islam, sebagai bentuk penyembahan diri seorang insan kepada Dzat pencipta seluruh alam semesta.

Shalat juga di ibaratkan sebagai tiang agama, karena shalat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, kokoh dan kuatnya agama ditentukan bagaimana seseorang menjaga dan melaksanakan shalatnya.

Shalat juga merupakan ibadah yang dapat menghubungkan langsung seseorang dengan Tuhannya. Jika ibadah shalat dilakukan dengan baik dan benar sebagaimana tuntunan yang telah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW, maka hal itu akan besar pengaruhnya dalam pembentukan moral yang mantap sejak dini dan konsekuen pada kebenaran. Artinya orang yang telah mengerjakan shalat dengan khusyu’ dan tadharru’ serta sesuai dengan rukun dan syaratnya niscaya orang tersebut akan terhindar dari perbuatan tercela dan munkar dalam hidupnya.

Dalam kehidupan seorang muslim shalat merupakan suatu hal yang penting dan perlu. Karena setiap hari manusia itu selalu disibukkan oleh berbagai persoalan dan permasalahan kehidupan, mulai tentang masalah ekonomi, keluarga, kemasyarakatan, dan lain sebagainya. Selama bergelut dengan masalah-masalah lahiriah tersebut, secara tabiat manusia memerlukan kesejukan spiritual (batin) yang juga merupakan kebutuhan pokok dalam hidupnya yang harus terpenuhi.

Maka untuk keseimbangan hidup manusia juga mesti melakukan hubungan spiritual dengan Tuhannya, dengan cara melakukan shalat dengan baik dan benar maka jiwa seseorang akan menjadi stabil dan lebih dewasa dalam menghadapi berbagai persoalan hidup yang semakin sulit dan melilit.

Di sinilah terbentuk manusia-manusia yang mempunyai kualitas prima dan handal yang dapat di harapkan untuk mengemban tugas mengelola alam dengan segala lingkungannya secara baik dan bertanggung jawab.

2. Macam-Macam Shalat dan Hukumnya.

Shalat dalam Islam pada umumnya terdiri dari dua macam, yaitu shalat fardhu dan shalat sunnat. Shalat fardhu adalah shalat yang wajib dikerjakan oleh setiap orang islam yang baligh, dan berakal sehat, dan bagi perempuan tidak dalam sedang haid dan nifas. Adapun shalat fardhu itu ada lima yang waktunya telah ditentukan masing-masing.

Adapun shalat-shalat yang difardhukan itu adalah :

a. Shalat zuhur, 4 raka’at, waktunya sejak matahari condong kearah barat sampai bayangan sama panjangnya dengan bendanya.

b. Shalat ashar, 4 raka’at, waktunya sejak bayangan lebih panjang dari bendanya sampai bayangan 2 kali lebih panjang dari bendanya, sekitar hampir terbenamnya matahari.

c. Shalat magrib, 3 raka’at, dan waktunya sejak terbenam matahari sampai mega kuning hilang.

d. Shalat isya, 4 raka’at, dan waktunya sejak hilangnya mega kuning sampai fajar shadiq (hampir) terbit.

e. Shalat subuh, 2 raka’at, waktunya dari mulai terbit fajar sampai terbit matahari.[3]

Sedang shalat sunnat adalah shalat selain dari shalat fardhu yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidaklah berdosa. Shalat ini banyak macamnya yaitu antara lain adalah shalat tarawih di Bulan Ramadhan, shalat witir, shalat tahajud, shalat dhuha, dan lain sebagainya.

3. Tata Cara Melaksanakan Shalat.

Sebelum seseorang mengerjakan shalat, ada beberapa hal yang harus dilakukan dan diketahui terlebih dahulu. Jika hal-hal ini tidak dikerjakan atau tidak ada maka shalat tidak sah, hal-hal itu yaitu :

a. Suci badannya dari najis dan hadas.

b. Menutup aurat dengan kain yang suci.

c. Berada di tempat yang suci.

d. Telah masuk waktunya.

e. Menghadap kiblat.[4]

Shalat adalah menghadapkan diri secara totalitas kepada Allah, karena itu, selain suci dari hadas, maka wajib pula suci badan, pakaian dan tempat dari najis.

Apabila seseorang telah dalam keadaan suci dari hadas dan najis, maka dia telah siap melaksanakan shalat fardhu, namun harus mengetahui apakah waktu shalat telah sampai untuk dilaksanakan.

Jika diantara kelima hal tidak dapat terpenuhi maka tidak sah shalat yang akan dilaksanakan seseorang.

4. Rukun Shalat.

Rukun shalat adalah sesuatu yang harus dikerjakan dalam melaksanakan shalat, kalau tidak dilaksanakan atau tertinggal maka shalatnya akan sia-sia dan batal.

Rukun shalat juga diartikan dengan tata cara pelaksanaan shalat. Di dalam Al-Qur’an perintah shalat hanya menjelaskan tentang kewajiban shalat, waktu shalat, hal-hal yang membatalkan shalat dan lain-lain, tetapi tidak dijelaskan secara rinci tata caranya.

Namun meskipun demikian halnya, secara umum dapat kita simpulkan sebagai berikut :

a. Niat shalat, bermaksud mengerjakan shalat dan macam shalat yang akan dilakukan harus disebutkan, niat dalam seluruh ibadah di ungkapkan dalam hati, maka tidak cukup hanya disebut di lisan saja.

b. Berdiri bagi orang yang mampu, bagi orang yang tidak mampu boleh dengan posisi apapun tapi di sesuaikan dengan kemampuannya.

c. Takbiratul Ihram yaitu mengangkat kedua belah tangan hingga sejajar dengan bahu atau kedua telinga seraya mengucapkan takbir (Allahu Akbar) kemudian tangan dilipat diatas dada dan ulu hati, yang kanan di atas yang kiri.

d. Membaca surat Al-Fatihah.

e. Ruku’ serta thuma’ninah (berdiam sebentar).

f. I’tidal disertai thuma’ninah.

g. Sujud dua kali serta thuma’ninah.

h. Duduk antara dua sujud serta thuma’ninah.

i. Duduk Tasyahhud akhir.

j. Membaca bacaan tasyahud akhir.

k. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW pada ketika telah selesai membaca bacaan tasyahud akhir.

l. Memberi salam.

m. Menertibkan rukun, artinya meletakkan rukun pada tempatnya menurut susunan yang tersebut di atas.

5. Tata Cara Shalat.

  1. Berdiri bagi yang mampu kemudian berniat mengerjakan shalat.
  2. Takbiratul Ihram, yaitu mengangkat kedua belah tangan hingga sejajar dengan bahu atau kedua telinga seraya mengucapkan takbir, kemudian tangan kanan dilipat di atas tangan kiri serta membaca do’a Iftitah.
  3. Membaca surat Al-Fatihah yang dimulai dengan ta’awwudz dan basmalah (walaupun tidak dinyaringkan).
  4. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
  5. Ruku’ yaitu membungkukkan badan sehingga membentuk garis siku 900, tangan diletakkan di atas kedua lutut sambil membaca tasbih minimal 3 kali dan thuma’ninah.
  6. I’tidal, bangkit dari ruku’ dan berdiri lurus seperti semula, angan harus ke bawah dan membaca do’a i’tidal.
  7. Sujud, yaitu meletakkan kedua lutut di lantai tempat shalat, telapak kaki didirikan di atas ujung jari kaki, dahi dan hidung menyentuh tanah/lantai/sajadah, sedangkan kedua tangan terletak di sisi kepala. Jari-jari tangan dihadapkan lurus ke kiblat melekat di lantai, tetapi siku terangkat renggang dari rusuk, jadi yang sujud adalah tujuh anggota badan, seraya membaca tasbih minimal 3 kali.
  8. Duduk antara dua sujud. Kita duduk di atas dua kaki, kaki kanan didirikan jari-jarinya. Thuma’ninah sebentar seraya membaca do’a, kemudian sujud lagi dan terus berdiri. Sampai sini berarti telah menyelesaikan raka’at pertama, selanjutnya, mengulang lagi gerakan dari pekerjaan a sampai h.
  9. Duduk tasyahud yaitu duduk seperti duduk antara dua sujud, jika kita hanya melaksanakan shalat dua raka’at, maka langsung duduk tasyahud akhir, tapi jika tidak, maka yang duduk yang pertama di sebut tasyahud awal sedangkan duduk yang terakhir setelah melakukan pekerjaan a-I maka dinamakan duduk tasyahud akhir. Disertai do’a tasyahud akhir.
  10. Selesai do’a tasyahud akhir, mengucap salam, sambil menghadapkan kepala ke kanan, kemudian sekali lagi salam ke kiri, badan menghadap kiblat.

Demikian secara ringkas cara melaksanakan shalat, namun yang penting dalam pelaksanaannya adalah :

a. Shalat dikerjakan dengan tertib, tidak tergesa-gesa.

b. Menghadirkan hati menghadap Allah SWT, penuh rasa tawadhu’ dan perhatian terarah hanya pada kebesaran-Nya.

c. Shalat sebaiknya dikerjakan berjama’ah dan di awal waktunya, kecuali ada halangan tertentu.

d. sesudah selesai shalat hendaknya membaca lagi istighfar, dzikir, dan do’a.

6. Hal-Hal Yang Membatalkan Shalat.

Ada beberapa hal yang dilakukan atau terjadi saat seseorang sedang shalat, maka batallah shalatnya, yaitu ; dengan sengaja meninggalkan salah satu rukun atau memutuskan rukun sebelum sempurna, hilangnya salah satu syarat sah shalat, sengaja mengeluarkan kata-kata atau ucapan yang bukan bacaan shalat, banyak bergerak, dan makan minum dengan sengaja.

Hal-hal di atas harus dijaga dan jangan sampai lupa demi kesempurnaan shalat yang akan kita laksanakan.

7. Hikmah Shalat.

Setiap Allah memerintahkan sesuatu kepada kita pasti mengandung manfaat dan hikmahnya untuk kita. Allah mewajibkan kita shalat, karena di dalam shalat itu mengandung banyak sekali hikmah bagi orang yang mau melaksanakannya, diantara hikmah yang terkandung di dalam shalat antara lain:

a. Mencegah perbuatan keji dan munkar.

b. Membiasakan hidup bersih.

c. Membiasakan hidup sehat.

d. Membiasakan hidup disiplin.

e. Menjadikan kita orang yang sabar.

f. Mengikat tali persaudaraan sesama muslim


[1]Moh. Rifa’i, et al, Terjemahan Khulashah Kifayatul Akhyar, (Semarang : CV. Toha Putra, 1978). h. 53

[2]Aspihan djarman, Panggilan kepada Orang-Orang Beriman, ( Jakarta : Kalam Mulia, 1994). h. 15

[3]Moh. Rifa’I, et.al, op.cid. h.54-55

[4] Ibid, h. 59


Sejarah Internet

Januari 20, 2010

Sejarah Internet

Sebelum Internet ada, ARPAnet (US Defense Advanced Research Projects Agency) atau Departemen Pertahanan Amerika pada tahun 1969 membuat jaringan komputer yang tersebar untuk menghindarkan terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Jadi bila satu bagian dari sambungan network terganggu dari serangan musuh, jalur yang melalui sambungan itu secara otomatis dipindahkan ke sambungan lainnya. Setelah itu Internet digunakan oleh kalangan akademis (UCLA) untuk keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. Dan baru setelah itu Pemerintah Amerika Serikat memberikan ijin ke arah komersial pada awal tahun 1990.

Pertumbuhan Internet

Internet mempunyai pertumbuhan yang sangat baik dan sangat pesat saat ini. Dari data statistik yang didapat, adalah sebagai berikut:

  • 3 juta host sudah terkoneksi diakhir tahun 1994
  • Populasi 30 juta pengguna (1995)
  • Pertumbuhan 10 % tiap bulan
  • 100 juta pengguna pada tahun 1998, diperkirakan tahun 2010 ini semua orang akan terhubung ke Internet
  • Email mendominasi 75% hubungan bisnis.

Sumber: Tim KKPI, Modul KKPI


Ilmu JIwa Belajar

November 7, 2009

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Belajar merupakan suatu aktifitas psikis atau mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan dalam diri seorang anak, baik dalam pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu relatif konstan dan terbatas. Perumusan itu berlaku bagi segala macam kegiatan belajar dan tidak terbatas pada salah satu bentuk tertentu. Setiap kegiatan belajar akan menghasilkan suatu perubahan pada anak.
Terjadinya perubahan tersebut karena adanya pertumbuhan dan perkembangan. Untuk itulah kami membuat makalah yang berjudul “pertumbuhan dan perkembangan dalam belajar anak”.

B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk memenuhi sebagian tugas yang diberikan
2. Untuk mengembangkan pemikiran ilmu pengetahuan
3. Untuk mengetahui lebih dalam tentang ilmu jiwa belajar yang berkenaan dengan hubungan pertumbuhan dan perkembangan dalam belajar anak.
4. Tambahan ilmu pengetahuan bagi kami semua.

C. Batasan Masalah
Untuk lebih mengarahkan pembahasan pada judul yang dikemukakan, maka kami memandang perlu untuk membuat batasan masalah. Adapun batasan pada makalah ini adalah:
1. Hubungan pertumbuhan dalam belajar anak
2. Hubungan perkembangan dan belajar anak.

D. Metode Penulisan
Metode penulisan pada makalah ini adalah:
1. Library Research atau kepustakaan
2. Empiris atau pengalaman-pengalaman kami

BAB II
PEMBAHASAN

A. Hubungan Pertumbuhan Dalam Belajar Anak
Tumbuh adalah berbeda dengan berkembang. Pribadi yang tumbuh mengandung arti yang berbeda dengan pribadi yang berkembang. Oleh karena itu dibedakan antara pertumbuhan dan perkembangan.
Disini pertumbuhan khusus dimaksudkan bagi pertumbuhan dalam ukuran-ukuran badan dan fungsi-fungsi fisik yang murni. Dalam pribadi manusia, baik yang jasmaniah maupun rohaniah, terdapat dua bagian yang berbeda sebagai kondisi yang menjadikan pribadi manusia berubah menuju kearah kesempurnaan.
Arti pertumbuhan pribadi sebagai perubahan kuantitatif pada material pribadi sebagai akibat adanya pengaruh lingkungan. Material pribadi seperti sel, kromosom, butir darah, rambut, lemak, tulang adalah tidak dapat di katakan berkembang, melainkan bertumbuh.
Oleh karena itu, dalam belajar anak pertumbuhan merupakan hal penting untuk dapat mencapai suatu pengertian. Tanpa pertumbuhan proses belajar anak akan terhambat, karena material pribadi masih belum tumbuh dengan sempurna.

B. Hubungan Perkembangan Dalam Belajar Anak
Perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu, yaitu proses yang menuju ke depan dan tidak dapat di ulang kembali. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahan-perubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat di ulangi. Perkembangan menunjukkan pada perubahan-perubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju.
Perkembangan berhubungan dengan masalah keemasan (manuration) latihan dan proses belajar. Hal ini juga mempengaruhi keadaan motif yang ada pada individu.
Dalam belajar perkembangan anak sangatlah penting. Jika seorang anak sudah memiliki kemampuan-kemampuan dalam belajarnya, maka guru dapat meningkatkan perkembangannya lagi, yaitu:
1. Perkembangan sosialnya
Yaitu perkembangan pada diri anak untuk meningkatkan tingkah laku yang lebih baik.
2. Perkembangan perasaannya
Yaitu perkembangan suatu keadaan kerohanian
3. Perkembangan motorik nya
4. Perkembangan bahasanya
Yaitu perkembangan cara bicara anak.
5. Perkembangan berpikir
Yaitu perkembangan daya jiwa yang dapat meletakkan hubungan-hubungan antara pengetahuan anak.
6. Perkembangan dalam pengamatan
7. Perkembangan kesulitannya/religius nya
8. Perkembangan tanggapan, fantasi
9. Perkembangan dalam mengambil keputusan
10. Perkembangan perhatiannya

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat di simpulkan bahwa:
1. Perkembangan dan pertumbuhan mempunyai perbedaan dalam belajar anak, namun sama-sama mempunyai peran penting bagi anak dalam belajar
2. Dalam belajar hubungan pertumbuhan dan perkembangan dapat menentukan peran anak.
3. perkembangan belajar anak dapat dikembangkan lebih sempurna baik dari segi sosial, bahasa, berpikir dan lain-lain.

B. Saran-Saran
1. Dalam belajar anak sebaiknya perlu diperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya
2. Seharusnya pertumbuhan dan perkembangan dalam belajar anak agar lebih di tingkatkan lagi
3. Dalam mendidik pertumbuhan dan perkembangan jangan terlalu memaksa pada anak karena berakibat buruk.

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan Penulisan 1
C. Batasan Masalah 2
D. Metode Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
A. Hubungan Pertumbuhan dalam belajar Anak 3
B. Hubungan Perkembangan Dalam Belajar Anak 3
BAB III PENUTUP 6
A. Kesimpulan 6
B. Saran-Saran 6
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR
   
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga dapat terselesaikan nya makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan keharibaan junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW serta keluarga, sahabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Makalah yang berjudul “Hubungan Pertumbuhan Dan Perkembangan Dalam Belajar Anak” ini di buat untuk memenuhi tugas Dosen pembimbing dan juga untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada pada diri kami, serta untuk menambah wawasan kami selaku mahasiswa.
Mengingat makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan karena keterbatasan kemampuan dan ilmu pengetahuan yang ada pada diri kami. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya kepada dosen pembimbing serta semua pihak yang telah memberikan bimbingan, saran dan informasi sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini, kami ucapkan banyak terima kasih semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin ya rabbal alamin.

Kuala Kapuas, April 2008
Tim Penyusun
Kelompok IV
DAFTAR PUSTAKA

Drs. H. Abu AHmadi dan Drs. WIdodo Supriyono, Psikologi Beljara, Solo, 2003

DRs. H. Abu Ahmadi dan Dra. Nurulabiyati, Imu Pendidikan, Semarang, 2001

Drs. H. Abu AHmadi, Psikologi Umum, Jakarta, 2003

Drs. Noehi Nsution, M.A, Dkk, Psikologi Pendidikan Modul I sampai 6, Jakarta, 1998


Profesionalisme Guru

November 7, 2009

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Profesi guru pada saat ini masih banyak dibicarakan orang, atau masih saja dipertanyakan orang, baik di kalangan para pakar pendidikan maupun diluar pakar pendidikan. Bahkan selama beberapa tahun terakhir ini hampir setiap hari, baik di media cetak maupun elektronik memuat berita tentang guru. Ironisnya berita-berita tersebut banyak yang cenderung melecehkan posisi guru, baik yang sifatnya menyangkut kepentingan umum sampai kepada hal-hal yang sifatnya sangat pribadi, sedangkan dari pihak guru sendiri nyaris tak mampu membela diri.
Masyarakat/orang tua murid pun kadang-kadang mencemoohkan dan menuding guru tidak kompeten, tidak berkualitas dan sebagainya, manakala putra/putrinya tidak bisa menyelesaikan persoalan yang ia hadapi sendiri atau memiliki kemampuan tidak sesuai dengan keinginannya.
Rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru disebabkan oleh beberapa faktor berikut: Baca entri selengkapnya »


Makalah Kapita Selekta PAI

November 7, 2009

MAKALAH

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
KAPITA SELEKTA PAI

BAB I
P E N D A H U L U A N

A. Latar Belakang
Dalam makalah ini penyusun membahas tentang pendidikan agama Islam meliputi dasar-dasar pendidikan Agama Islam, tujuan pendidikan agama Islam, fungsi pendidikan Agama Islam, ruang lingkup pendidikan agama Islam serta karakteristik pendidikan agama Islam.
Adapun masalah yang melatarbelakangi pembuatan makalah ini yaitu pentingnya mengetahui tentang pendidikan agama Islam jadi kita sebagai calon guru pendidikan agama Islam yang meliputi dasar-dasar pendidikan Agama Islam, tujuan pendidikan agama Islam, fungsi pendidikan Agama Islam, ruang lingkup pendidikan agama Islam serta karakteristik pendidikan agama Islam
Baca entri selengkapnya »


Download Gratis Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) KTSP SD / MI

November 6, 2009

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pendidikan Agama Islam (PAI)

1. Kelas 1
2. Kelas 2
3. Kelas 3
4. Kelas 4
5. Kelas 5
6. Kelas 6

7. Silabus dan RPP PAI Kelas 1 sampai dengan Kelas 6

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bahasa Inggris

1. Kelas 1
2. Kelas 2
3. Kelas 3
4. Kelas 4
5. Kelas 5
6. Kelas 6

7. Silabus dan RPP Bahasa Inggris Kelas 1 sampai dengan Kelas 6

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pendidikan Kewarganegaraan PKn

1. Kelas 1
2. Kelas 2
3. Kelas 3
4. Kelas 4
5. Kelas 5
6. Kelas 6

7. Silabus dan RPP PKn Kelas 1 sampai dengan Kelas 6

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) IPS

1. Kelas 1
2. Kelas 2
3. Kelas 3
4. Kelas 4
5. Kelas 5
6. Kelas 6
7. Silabus 1, 2, 3

8. Silabus dan RPP IPS Kelas 1 sampai dengan Kelas 6

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sains/IPA

1. Kelas 1
2. Kelas 2
3. Kelas 3
4. Kelas 4
5. Kelas 5
6. Kelas 6

7. Silabus dan RPP Sains/IPA Kelas 1 sampai dengan Kelas 6

Semua RPP dan Silabus ini bisa kalian dari sumber aslinya yaitu di gurupkn.wordpress.com


Judul-Judul Skripsi

September 14, 2009

1. ADAB GURU DAN MURID MENURUT IMAM AL-GAHAZALI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN NASIONA
2. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA TAMBAN BARU TENGAH KECAMATAN KAPUAS KUALA KABUPATEN KAPUAS
3. HUBUNGAN ANTARA SIKAP KEAGAMAAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN ANJIR SERAPAT TIMUR II KECAMATAN KAPUAS TIMUR KABUPATEN KAPUAS
4. HUBUNGAN BEKERJA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MADRASAH ALIYAH (MA) NURUL HIKMAH KELURAHAN PALAM BANJARBARU
5. INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR PADA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI MALIKU BARU KECAMATAN MALIKU KABUPATEN PULANG PISAU
6. KEMAMPUAN BERDISKUSI MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK PADA MADRASAH TSANAWIYAH NURUL IMAN KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS
7. KEMAMPUAN SISWA DALAM BERDISKUSI MATERI PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MADRASAH ALIYAH ISLAMIYAH KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS
8. KESIAPAN GURU DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH FAJAR ISLAM BASARANG KABUPATEN KAPUAS’
9. KONTRIBUSI KELUARGA SAKINAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK UNTUK TINGKAT MTS DI DESA SUNGAI TATAS HANDIL SELAT SIMIN KEC. PULAU PETAK KABUPATEN KUALA KAPUAS TAHUN PELAJARAN 2007-2008
10. KORELASI KEMAMPUAN BERDISKUSI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH FAJAR ISLAM KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS
11. KORELASI MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RSUD DR. H. SOEMARNO SOSROATMODJO KUALA KAPUAS (STUDI PADA KEPERAWATAN RUANG ANGGREK
12. MINAT ANAK ANAK KELUARGA MUSLIM DALAM BELAJAR MEMBACA AL QUR’AN DI TK NURUL MUBIN KABUPATEN KAPUAS
13. MINAT BACA MAHASISWA STAI AL FALAH TERHADAP REFERENSI PERKULIAHAN DI PERPUSTAKAAN
14. MINAT SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MIN SELAT HULU UNIT I KUALA KAPUAS
16. MOTIVASI ANAK LULUSAN SDMI UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE SLTP DI DESA PANGKALAN SARI KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS
16. PARTISIPASI ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ANAK TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SDN ANJIR SERAPAT TIMUR II KECAMATAN KAPUAS TIMUR KABUPATEN KAPUAS
17. PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL KHAIR LUPAK DALAM KECAMATAN KAPUAS KUALA KABUPATEN KAPUAS
18. PELAKSANAAN BIMBINGAN BELAJAR OLEH GURU BIMBINGAN DAN PENYULUHAN PADA MADRASAH ALIYAH MANARUL HUDA KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS
19. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH TSANAWIYAH AL FALAH PUTERA BANJARBARU
PELAKSANAAN PENDIDIKAN PADA PONDOK PESANTREN NURUL IMAN KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS KALIMANTAN TENGAH
20. PELAKSANAAN PENILAIAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KELAS DI SDN ANJIR MAMBULAU TIMUR V KUALA KAPUAS
PEMBELAJARAN SKI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN QUANTUM TEACHING PADA MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAMIYAH KUALA KAPUAS
21. PENANAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN TERHADAP ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI LINGKUNGAN KELUARGA DESA TIBUNG RAYA KECAMATAN KANDANGAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
22. PENANAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAANN TERHADAP ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI LINGKUNGAN KELUARGA DESA TIBUNG RAYA KECAMATAN KANDANGAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
23. PENDIDIKAN AGAMA DI RUMAH TANGGA DESA PULAU MAMBULAU RT.II. KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS
24. PENDIDIKAN SHALAT DALAM KELUARGA DI KELURAHAN LANDASAN ULIN TENGAH BANJARBARU
25. PENERAPAN METODE IMLA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS IV MADRAHASAH IBTIDAIYAH AR-RAHMAN DI DESA MINTIN I
26. PENGAMALAN AJARAN AGAMA ISLAM PADA ANAK PANTI ASUHAN BUDI SEJAHTERA DI KELURAHAN SELAT TENGAH KECAMATAN SELAT KUALA KAPUAS
27. PENGARUH DISIPLIN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA BABUSSALAM MAMPAI
28. PERANAN ORANG TUA DALAM MEMOTIVASI ANAK UNTUK BELAJAR MEMBACA AL-QUR’AN DI MIS ASASUSSALAM ANJIR SEBERANG PASAR I KM 15,5 KECAMATAN ANJIR PASAR KABUPETEN BARITO KUALA
29. PERANAN YAYASAN PONDOK PESANTREN AL-AMIN TERHADAP PEMBINAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI ANAK TERLANTAR DI SEI TATAS KECAMATAN PULAU PETAK
30. PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA YANG IKUT ORANG TUA DENGAN SISWA YANG IKUT WALI” DI MA ISLAMIYAH KUALA KAPUAS TAHUN 2008-2009
31. PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA YANG IKUT ORANG TUA DENGAN SISWA YANG IKUT WALI” DI MA ISLAMIYAH KUALA KAPUAS TAHUN 2008-2009
32. PERSEPSI SISWA TERHADAP PERFORMANCE GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDIT AL-AMIN KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS
33. PROGRAM PEMBERANTASAN PUTUS SEKOLAH MELALUI PROGRAM BELAJAR PAKET DI DESA KADAUNG KECAMATAN BASARANG
34. PROSES BIMBINGAN KEAGAMAAN OLEH ORANG TUA (STUDI 3 KELUARGA) DI DESA MINTIN KECAMATAN KAHAYAN HILIR KABUPATEN PULANG PISAU
35. PROSES PEMBELAJARAN BIDANG STUDI BAHASA ARAB PADA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) MURUNG KERAMAT KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS
36. STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEAGAMAAN SISWA DI SMA NEGERI 2 BANJARMASIN
37. STUDI KORELASI ANTARA MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI MTs. NURUL IMAN KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS
38. STUDI KORELASI ANTARA SIKAP KEAGAMAAN SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SMPN 2 KAPUAS KUALA
39. STUDI PENGAMALAN IBADAH SHALAT SISWA PADA SMPN 1 KAPUAS BARAT
40. STUDI PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR SISWA ANTARA ANAK PEGAWAI NEGERI DAN PEDAGANG DI MTs NEGERI SELAT KUALA KAPUAS
41. STUDI PROSES BIMBINGAN BELAJAR DAN MINAT PADA MIS JAMIYATUL WASHLIYAH KECAMATAN PULAU PETAK
42. STUDI TENTANG AKTIVITAS KEAGAMAAN PADA MASYARAKAT ANJIR SERAPAT TENGAH KECAMATAN KAPUAS TIMUR KABUPATEN KAPUAS
43. STUDI TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERANTASAN BUTA HURUF MELALUI PAKET A DI DESA PANARUNG KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS
44. USAHA GURU DALAM MEMBINA AKHLAK ANAK SEJAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK NURUL IMAN KUALA KAPUAS

Bagi temen-temen yang ingin melihat-melihat skripsi mulai dari Halaman Depan, Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV, Bab V dan Halaman Belakang dari judul-judul skripsi di atas temen-temen bisa tinggalkan komentar pada tulisan ini. Mohon maaf saya belum bisa sunting skripsi secara keseluruhan, saya hanya bisa judul-judul nya saja.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.